"Welcome !!!"
BLACK ID Animalogo Series

BLACK ID Animalogo Series

Animalogo Series dari BLACK ID adalah sebuah konsep atau tema yang mengangkat jenis binatang dalam design grafisnya. Mulai dari singa, burung dan lain lain. Secara khusus konsep ini dibuat berbeda dengan model atau design tees BLACK ID yang sebelumnya.                      ...
Black ID for Persib

Black ID for Persib

NAMA Black ID sebagai trend fashion beraliran clothing telah berkembang pesat dan hingga kini jangkauannya sudah merambah hingga ke luar negeri. Clothing yang bermarkas di Bandung ini ternyata tidak melupakan keberadaan potensi yang ada di tatar parahyangan. Persib Bandung sebagai potensi Bandung dan Jawa Barat menjadi salah satu segmen yang...
Too Weak To Dance

Too Weak To Dance

Penampilan Too Weak To Dance pada acara MTV Station Camp kali ini disupport oleh BLACK ID HighEnd. Group musik dengan aliran Pop-Rock ini sengaja akan bekerja sama dengan BLACK ID HighEnd untuk saling mempromosikan satu sama lain.
Wednesday My Lucky Day

Wednesday My Lucky Day

Waktu terasa cepat sekali, tidak terasa sudah hari rabu lagi. Dan itu berarti akan ada satu orang yang beruntung untuk mendapatkan hadiah di hari rabu ini. Satu orang yang beruntung akan dipilih dari warga Facebook dan Twitter. Bagi teman teman semua yang ingin berpartisipasi, caranya mudah, cukup aktif di fans...
Monthly Sale

Monthly Sale

Event sale akhir bulan kali ini cukup menarik perhatian masyarakat sekitar, salain ingin terlihat lebih eksis, BLACK ID juga memberikan sedikit kejutan kepada pengunjung yang melakukan pembelian diatas 500.000. Sampai dengan siang ini dihari terakhir event, pengunjung terlihat cukup ramai, karena monthly sale bulan ini hanya berlangsung dua hari saja....

Setelah Paramore, BLACK ID kembali bekerjasama dengan ShowMaxxEntertainment untuk mendukung konser Evanescence di Indonesia.

Konser Info : 

Lokasi : Venue PRJ Hall A Jakarta
Time : 25 Februari 2012
Ticket Price : VIP Rp 1.200.000 | Fest A Rp 700.000 | Fest B Rp 500.000
Presale : 8 January 2012 jam 09:00 – Fest A : Rp 500.000 | Fest B Rp 300.000 (Persediaan terbatas)
Lokasi : T-Shit Store Jl.Sultan Agung 3c Bandung

 

Evanescence adalah sebuah grup rock dari Little Rock, Arkansas, Amerika Serikat.

Evanescence pertama kali didirikan oleh Amy Lee dan mantan gitaris Ben Moody. Mereka berdua berjumpa pada sebuah kamp anak muda di Arkansas, dimana Moody mendengar Lee bermain lagu I’d Do Anything for Love (But I Won’t Do That) karangan Meat Loaf pada sebuah piano.

Kemudian pasangan ini menemukan bahwa mereka sama-sama tertarik terhadap Jimi Hendrix dan Björk. Kemudian mereka bersama-sama menulis lagu (yang pertama adalah “Solitude” oleh Amy Lee, diikuti dengan “Understanding” oleh Ben Moody, “Give Unto Me” oleh Amy Lee. Kemudian lagu keempat yang mereka tulis adalah “My Immortal”). Lagu-lagu ini lalu diubah sedikit secara lirik dan musiknya oleh Ashley Hincher. Oleh karena itu nama keduanya ditemukan pada bagian credit.

Untuk beberapa saat, mereka tidak dapat menemukan musisi lainnya yang bisa bermain dengan mereka dan tidak memiliki dana untuk membayar asistensi profesional, jadi mereka tidak bisa bermain musik secara live. Namun dua lagu mereka “Understanding” dan “Give Unto Me”, bisa masuk tangga musik lokal dan permintaan untuk pertunjukan live mulai meningkat. Setelah grup ini akhirnya bisa berpentas, mereka akhirnya menjadi salah satu pementasan terpopuler di daerah mereka. Mereka berpentas menggunakan beberapa nama termasuk “Childish Intentions” dan “Stricken,” sebelum memutuskan untuk menggunakan nama “Evanescence” (yang artinya adalah “berpudar”, atau “menguap seperti asap”). Amy pernah berkata bahwa ia menyenangi nama ini karena nama ini misterius dan gelap dan meninggalkan kesan yang mendalam dalam benak seseorang. Oleh karena itu ia menginginkan nama ini.

Karya-karya awal

Album perdana mereka, Origin (dirilis tahun 2000), kurang dikenal oleh masyarakat pecinta musik. Evanescence juga merilis dua EP, yang sekarang sangat dicari-cari para kolektor karena sangat langka: Evanescence EP (1998) dimana ada sekitar 100 eksemplar dan, Sound Asleep EP, yang juga dikenal sebagai Whisper EP (1999), dan terbatas pada 50 eksemplar.

Tidak aneh, Origin dan kedua EP ini mengandung versi-versi demo dari beberapa lagu yang ada di album perdana mereka. Bahkan, rekaman lagu “My Immortal” juga ditemukan di Fallen selain terdapat di Origin, dikurangi beberapa instrumen pengiring. Namun Amy Lee sendiri menganggap bahwa rekaman ini bukan sebuah album yang sejati namun hanya sebuah kumpulan lagu-lagu demo (di mana beberapa di antara tidak dipentaskan secara baik) yang dikirimkan ke perusahaan-perusahaan musik. Hanya 2.500 eksemplar dari rekaman ini yang pernah dibuat dan dengan ini membatasi availability-nya hanya kepada beberapa yang mujur bisa membelinya pada tahun-tahun awal atau kepada mereka yang bersedia membayar ratusan dolar. Sebagai reaksi, Amy Lee bahkan mendorong para penggemar untuk men-download-nya dari internet pada sebuah wawancara.

Tidak mengherankan beberapa perusahaan pembajakan menjual rekaman-rekaman bajakan Origin, biasanya sebagai “rilis ulang Rusia” dan pada harga yang tinggi. Oleh karena itu disarankan bahwa para penggemar seyogyanya jangan membuang uang mereka pada sebuah eksemplar Origin karena kemungkinan besar bukan eksemplar asli dan tidak menguntungkan grup ini lagi.

Fallen

Album utama pertama mereka “Fallen” sudah mendapatkan penghargaan 6x Platinum, dan berada selama 43 pada Billboard Top 10. Lalu lebih dari 12 juta eksemplar album ini laku terjual.

Single Evanescence utama yang pertama; “Bring Me to Life” merupakan sebuah dobrakan dunia bagi band ini dan mencapai urutan ke-5 pada Billboard Hot 100 di Amerika Serikat, sementara “My Immortal” yang sama-sama populer mencapai urutan ke-7 di AS. Lalu dimasukkannya lagu-lagu ini dalam soundtrack film Daredevil menolong mereka menjadi populer dan membuat posisi mereka di dunia musik menjadi kokoh.

Lalu single “Bring Me to Life” juga mendapatkan pengakuan untuk band ini pada Grammy Awards of 2004, dimana band ini diberi penghargaan Grammy Award for Best Hard Rock Performance. Pada waktu yang sama, Evanescence juga diberi penghargaan Grammy Award for Best New Artist.

Dua single dari album Fallen yang dirilis termasuk “Going Under” dan “Everybody’s Fool”, yang juga dibuatkan video klip.

Lalu lagu Breathe No More yang sebelumnya belum dirilis, termasuk pada soundtrack film Elektra yang dirilis tahun 2005.

Kepergian Ben

Pada 22 Oktober 2003, Moody secara tiba-tiba meninggalkan band ini, padahal sedang berada di tengah-tengah tur Eropa. Alasannya mula-mula yang dilaporkan karena mereka mengalami “perbedaan secara kreatif.” Namun pada sebuah wawancara beberapa bulan kemudian, [1], Amy Lee berkata: “Kami mencapai suatu titik dimana jika tidak sesuatu halpun berubah, kami tidak akan bisa membuat album kedua.”

Setelah saat itu, Amy Lee pernah berkata bahwa kepergiaan Ben hampir bisa dikatakan melegakan karena keberadaannya menciptakan ketegangan dalam band. Terry Balsamo dari band Cold mengganti Moody. Belum lama ini Moody mengaku dalam sebuah wawancara bahwa ia mengidap bipolar disorder, namun meninggalkan terapi narkoba dan alkohol ketika ia sedang terlihat pertikaian dengan Evanescence. Ia juga berkata bahwa lagu yang ditulisnya ketika kepergiannya secara tiba-tiba dan berjudul “10/22″, mula-mula ditulisnya untuk menjelek-jelekkan Amy Lee. Namun setelah berintrospeksi Moody membeberkan bahwa ia sebenarnya membicarakan dirinya sendiri dan bukan Lee.

Anywhere But Home

Anywhere But Home dirilis pada tahun 2004 pada format DVD/CD. . DVD ini merupakan rekaman dari pertunjukan mereka di Paris beserta beberapa fitur di belakang panggung, seperti penandatanganan CD dan warming up. CD-nya sendiri berisi beberapa lagu yang sebelumnya belum pernah dirilis seperti “Missing”, “Breathe No More” (dari film Elektra) dan “Farther Away”. Lalu dalam CD ini terdapat pula lagu cover Korn “Thoughtless” yang pernah mereka mainkan pada beberapa pertunjukan live.

The Chronicles of Narnia

Amy Lee diminta untuk menulis sebuah lagu tema untuk versi film tahun 2005 The Chronicles of Narnia: The Lion, the Witch and the Wardrobe, namun lagunya ditolak oleh para produser karena dianggap “terlalu gelap dan bersifat epos”. Lee kala itu berpikir untuk menyesuaikan lagunya, namun akhirnya ia memutuskan bahwa “ia tidak akan pernah berkompromi mengenai karya seninya untuk apapun.”

Lee sudah memberikan sinyal bahwa para penggemar bisa mendengarkan lagu Nanrnia yang tak terpakai ini di masa depan. Pada halaman web EvBoard, papan pesan resmi Evanescence, Amy Lee berkata bahwa tidak ada yang hilang dan bahwa lagu ini merupakan bahan yang menarik untuk album baru mereka.

Proyek-proyek terkini

Evanescence sekarang sedang berada dalam persiapan rekaman album ketiga mereka yang akan dirilis di tahun 2010 ini. Lagu pertama dari album ini adalah “Call Me When You’re Sober”. Musik videonya berhasil mendapatkan posisi puncak di MTV untuk sembilan hari. Musik videonya diawali dengan Amy Lee bernyanyi menghadap keatas, lalu off-screen dimana dia diperlihatkan sedang makan malam dengan seorang pria. Pada bagian awal lagu, Amy Lee bernyanyi sambil mengelus seekor srigala. Pada bagian chorus kedua lagu, Amy Lee bernyanyi sambil menuruni tangga dan ditemani oleh empat orang penari latar bertema Gothic. Sambil Amy Lee menyanyi, mereka menari dengan teratur dan pada akhir bawah tangga, mereka berpose seakan memberi kekuatan pada Amy. Saat Amy menyanyikan bait “You never call me when you’re sober”, Amy dan keempat penari tersebut berdiri merendah, dan Amy terbang keatas perlahan. Saat hentakan lagu sebelum bagian akhir, keempat penari tadi juga terbang dan berputar-putar di sisi kiri dan kanan Amy. Pada chorus akhir lagu, Amy dengan pria tadi di meja makan berseteru, membuat Amy melompat ke meja dan menendangi semua peralatan makan dan -anehnya- juga kursi. Setelah menendangi semua peralatan makan dan kursi, Amy menyanyikan bait terakhir “I’ve made up your mind..”, pria tadi berusaha mendekat namun ditahan oleh Amy. Scene berakhir dengan Amy yang bermain piano mengadahkan kepalanya keatas, dan sedikit tertawa.

Anggota Band

Anggota terkini

Amy Lee – Vokal, Piano, Harpa dan Keyboards
Tim McCord – Bass
Terry Balsamo – Gitar
Will Hunt – Drummer
Troy McLawhorn – Gitar

Mantan anggota

Rocky Gray – Drummer (pisah Mei 2007)
John LeCompt – Gitar (pisah Mei 2007)
William Boyd – Bass (pisah Juni 2006)
Ben Moody – Gitar utama (salah satu pendiri – pisah Oktober 2003)
David Hodges – Keyboards (pisah December 2002)

Sumber : Wikipedia

 

Previous postFacebook BLACK ID Clothing Next postBLACK ID Indonesian Apparel

1 comment

  1. try uelianto says:

    Jan 5, 2012

    bwt yg tanggal 8january penjualan tiket’a dmana??

What do you think?

Name required

Website

BLACK ID Clothing Company /
EVSHL 924.

Head Office

Jl. Lombok No.11A Bandung
+62.22.4203611
info@blackidclothing.com
www.blackidclothing.com
www.tshitstore.com

Offline Store Bandung

T-Shit Store
Jl. Sultan Agung No.3C

Diery Store
Jl. Merdeka No.68

BLACK ID Store
Jl.Riau No.55

KICK DENIM Store
Jl.Riau No.27

Online

BLACK ID Clothing
info@tshitstore.com
www.tshitstore.com

T-Shit Store
Lot 5502 Ground Flour Desa Pujut 2 Shop House Phase 2 Bardar Baru Permay Jaya 98000 Miri Serawak Malaysia 0198163455

Reseller Inquiries

Atoth 0811-2248-924
Monday to Friday 10AM to 04PM